Bisikan dari Ruang 313
Horor

Bisikan dari Ruang 313

M

Maya Dewi

@mayadewi

Bab 1

Kampus di Ujung Malam

Gedung Fakultas Sastra berdiri angkuh di ujung kampus, jauh dari hiruk-pikuk kafetaria dan perpustakaan digital. Cat dindingnya yang dulunya putih kini menguning, dimakan waktu dan kelembapan. Lorong-lorongnya gelap bahkan di siang hari, lampu neon berkedip lemah seperti napas terakhir.

Klik untuk sawer 💰

Rina menarik koper kecilnya melintasi halaman rumput yang basah. Ini adalah hari pertamanya di Universitas Negeri Kota Lama, sebuah kampus yang lebih tua dari republik ini sendiri. Ia tidak tahu sejarah kampus ini — ia hanya tahu bahwa beasiswa penuhnya hanya tersedia di sini.

Klik untuk sawer 💰

"Ruang 313? Kamu yakin?" Petugas asrama menatap Rina dengan tatapan yang sulit dibaca. Antara kasihan dan takut.

Klik untuk sawer 💰

"Ya, itu yang tertulis di surat," jawab Rina, menyodorkan dokumen resminya.

Klik untuk sawer 💰

Petugas itu menelan ludah. Tangannya gemetar sedikit saat mengambil kunci dari deretan papan kayu di belakangnya. Kunci itu berkarat — satu-satunya yang berkarat di antara puluhan kunci mengkilap lainnya. Jelas sudah lama tidak disentuh.

Klik untuk sawer 💰

"Dengar, Nak," bisiknya, matanya menyapu lorong seolah memastikan tidak ada yang mendengar. "Kalau tengah malam kamu dengar suara ketukan dari dalam lemari... jangan dibuka. Jangan pernah."

🪙 4.200
Klik untuk sawer 💰

Rina tersenyum tipis. Ia sudah terlalu lelah untuk cerita-cerita kampung. Tiga belas jam di kereta ekonomi, ditambah dua jam berjalan kaki mencari jalan, telah menguras seluruh energinya. Yang ia butuhkan sekarang hanyalah kasur — meskipun kasurnya berbau apak sekalipun.

Klik untuk sawer 💰

Pintu Ruang 313 terbuka dengan bunyi decitan yang memekik. Kegelapan menyambut. Rina meraba dinding, mencari saklar lampu. Bunyi "klik" terdengar, tapi tidak terjadi apa-apa. Gelap tetap gelap.

Klik untuk sawer 💰

Ia menyalakan senter ponsel. Cahayanya menyapu sebuah ruangan kecil: satu ranjang besi tua, satu meja belajar dengan laci yang setengah terbuka, dan satu lemari kayu besar di sudut ruangan. Lemari itu... aneh. Permukaannya penuh goresan. Bukan goresan biasa, tapi goresan kuku. Lusinan. Dari dalam.

🪙 3.100
Klik untuk sawer 💰

"Heh, dekorasi yang menarik," gumam Rina sambil melempar tasnya ke ranjang. Debu beterbangan. Ini akan jadi rumah barunya selama empat tahun ke depan.

Klik untuk sawer 💰

Malam pertama, Rina tertidur hanya dalam hitungan menit setelah kepalanya menyentuh bantal. Kelelahan mengalahkan segalanya. Tapi tepat pukul 03.13, matanya terbuka.

Klik untuk sawer 💰

Tok. Tok. Tok.

🪙 8.500
Klik untuk sawer 💰

Suara itu datang dari dalam lemari.

🪙 12.000
Klik untuk sawer 💰
— Akhir Bab 1 —

Bab 2: Rahasia di Balik Lemari

🔒Gembok Gotong Royong
127 Pahlawan
420.000 KoinTarget: 500.000 Koin
🗳️

Lelang Alur Cerita

LIVE

Apa yang seharusnya Rina lakukan selanjutnya?

⏰ Berakhir: 2 April 2025

🔗

Bagikan & Dapatkan Komisi 10%

Setiap koin yang masuk lewat link Anda, Anda mendapat 10% komisi otomatis!